𝐎𝐌𝐁𝐀𝐊
Pada prinsipnya, setiap orang akan meninggalkan tanah dari mana ia berasal dan mulai berlayar. mereka bertualang dari pulau yang satu ke pulau yang lain, mencari bagian dirinya yang rumpang. pencarian itu panjang dan gelap, diliputi udara yang asin. hingga terkadang, manusia lupa terangnya matahari.
Tapi angin yang baik, terus bertiup ke mana pun perahu itu singgah. membawa doa-doa dan panggilan dari pulau yang jauh. suara itu sayup dan pasang-surut ditelan ombak. manusia baru dapat mendengarnya saat memejamkan mata, seraya membayangkan hangat pasir pantai. itulah harapan.
Maka siapa pun yang sudah berlayar lama, hanya bisa selamat dengan berpegang terus pada suara itu. harapan itu. hingga di satu titik dalam hidupnya yang mabuk laut, mereka dapat tiba di pulau yang memanggilnya. menepikan perahu, menancapkan jangkar, dan menyerahkan diri sepenuhnya pada rumah.
Komentar
Posting Komentar